KPU
logo

00

HARI

00

JAM

00

MENIT

00

DETIK

by admin kpu-samarinda on: 2020-05-16 16:37:18

 

Komisioner KPU RI Sebut

Pemutakhiran Data Pemilih Berpotensi Tak Lagi Door to Door


KPU Kota Samarinda

Komisioner KPU RI, Viryan Aziz mengungkapkan jika pemuktahiran data pemilih untuk pilkada 2020 ini berpotensi tidak lagi door to door lantaran pandemi covid 19.

Hal ini diungkapkan putra daerah Kalbar tersebut saat melakukan web discussion Pokja Rumah Demokrasi Kalbar bekerjasama dengan Bawaslu Provinsi Kalbar.

Pada web discussion yang dilaksanakan melalui aplikasi zoom itu, membahas strategi dan tantangan penyelenggara pilkada pasca Perppu nomor 2 tahun 2020.

"Sekarang poin penting bukan strategi apa yang dilakukan KPU, tapi apa yang dibutuhkan oleh KPU. Karena kondisi seperti ini, strategi yang dibutuhkan adalah adaptasi dan tranformasi melingkupi tiga hal regulasi, manajemen dan stakeholder," ujar Viryan, Jumat (15/05/2020).

Sebelumnya, dikatakan dia, jika KPU sedang menyusun PKPU sesuai dengan amanah Perppu serta penyesuaian beberapa PKPU.

"Misalnya pemuktahiran data pemilih secara door to door, kita sedang menimbang bukan lagi berbasis rumah ke rumah, tetapi dilakukan RT/RW."

"Jadi tidak lagi ke lapangan, cukup dilakukan di rumah ketua RT dengan asumsi data RT ini baik, pengecualian terhadap data yang tidak diketahui barulah kemudian dilakukan door to door untuk memastikannya," kata Viryan.

Selain itu, diungkapkannya KPU melakukan adaptasi menajemen dan teknis penyelenggaraan pemilihan dimasa covid-19 mereda atau terkendali.

Kemudian, lanjutnya, akan dilakukan koordinasi dengan kementerian/intansi terkait mulai dari Kemendagri dan lain menyangkut review yang dikeluarkan instansi atau lembaga kementerian tersebut.

"Salah satu tantangannya bagaimana misalnya verifikasi faktual calon perseorangan yang masih menggunakan metode sensus atau door to door, karena tidak dirubah, KPU perlu penyesuaian yang memungkinkan atas kondisi tersebut," bebernya.

Viryan mengungkapkan pula untuk tantangan saat pilkada 2020 ini ialah adaptasi menajemen serta implementasi.

Termasuk penyesuaian kondisi birokrasi, dunia usaha, serta edukasi pemilih dan peserta.

"Dalam konteks menajemen covid beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan salah satunya sosial distancing termasuk diseluruh rangkaian," pungkasnya. (*)

Latest post

 

tentang-kpu-samarinda

PENGUMUMAN